Klikdaring – Dilansir dari cnbc perusahaan Ecommerce Tokopedia pernah dikabarkan kebocoran data pengguna pada 2020 lalu. Tidak tanggung-tanggung jumlah data yang terancam tersebut mencapai sekitar 91jt  data akun pengguna Tokopedia. Kejadian tersebut diduga di latar belakangi oleh peretas ingin mendapatkan data NIK e-KTP para user Tokopedia tersebut di karenakan pada 2020 lalu data NIK tersebut banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menerima bantuan dari pemerintah. Sehingga disinyalir si peretas atau hacker ingin mengambil semua data e-KTP tersebut untuk dijual kepada penadah yang ingin memanfaatkan momen ini.

Pihak dari Tokopedia pun membenarkan kejadian ini, namun mereka mengklaim bahwa data pembayaran termasuk password untuk mengakses akun pengguna masih aman karena didalam database Tokopedia suadh terhash sehingga tidak bisa dibaca oleh siapapun termasuk karyawan tokopedia itu sendiri. “"Meskipun begitu password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi, kami menganjurkan pengguna Tokopedia tetap mengganti password akunnya secara berkala demi keamanan dan kenyamananbertransaksi," ujar VP of Corporate Communication Tokopedia, Nuraini Razak.



Tidak hanya Tokopedia saja situs penting milik pemerintahan pun juga tak luput dari serangan Cyber. Dilansir dari BBC situs pemerintahan yang mendata sekaligus asuransi masyarakat yakni BPJS dikabarkan telah kebobolan ratusan juta data pesertanya. Sehingga dengan kejadian ini data peserta BPJS termasuk data NIK terancam di perjual belikan di pasar gelap internet.

"Hingga saat ini masih belum ada [UU PDP] yang mengatur dengan jelas sehingga pihak yang akan paling dirugikan 100% ialah pengguna atau peserta BPJS itu sendiri, kemudian pemegang data dan pemroses, yakni instansi pemerintah dan swasta, tidak memiliki tanggung jawab risiko yang terlalu tinggi," papar Ruby kepada wartawan, Ayomi Amindoni, Jumat (21/05).

Menurut pihak kepolisian Cyber Crime diduga teknik yang digunakan oleh pelaku adalah dengan menggunakan Teknik “Phising” yaitu dengan membuat situs tiruan yang mirip dengan aslinya sehingga orang yang awam akan terkecoh dan mau memasukan data-data pentingnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post