Cara menangani infeksi vaginosis

KlikdaringVaginosis atau infeksi akibat bakteri vagina adalah dimana bakteri yang terdapat di vagina jumlahnya melebihi batas, dalam kata lain jumlah bakteri di vagina berlebihan. Akibatnya bakteri tersebut menyebabkan (bau setelah berhubungan seks, gatal, dan berjamur) serta mempengaruhi kondisi area sekitar vagina.

Baca Juga : Beberapa manfaat jarang mandi bagi kesehatan

Seberapa seringkah wanita dapat mengalami ?

Vaginosis dapat di alami oleh semua wanita, usia berapa saja baik yang sudah pernah berhubungan intim ataupun tidak. Serta bisa jadi anak-anak dibawah umur pun dapat terinfeksi oleh penyakit ini dikarenakan kurangnya kesadaran si orang tua anak terhadap kebersihan area vital buah hatinya.

Faktor Dan Penyebab VAGINOSIS BACTERIALIS 
Bagi wanita yang menjalani progam KB menggunakan AKDR (Alat Kontransepsi Dalam Rahim)
Sering berganta-ganti pasangan
Berhubungan dengan orang yang sudah terinfeksi vaginosis
Terinfeksi parasite Trichomonas
Sering menggunakan pewangi yang tidak alami pada pakaian dalam
Gejala vaginosis bacterialis

Pada umumnya gejala vaginosis tidak menimbulkan rasa apapun, namun dapat di kenali dengan area sekitar kewanitaan terdapat keputihan (daerah sekitar vagina ke abu-abuan) dan berbau tidak sedap (amis) terutama setelah wanita tersebut melakukan hubungan intim dan saat setelah HAID. Selain gejala diatas ada juga gejala lain yang dapat dirasakan oleh penderita adalah rasa gatal yang tidak biasa, terbakar dan iritasi kemerahan (melepuh) serta area vulva membengkak.

Baca Juga : [UPDATE] Manfaat minum air putih setelah bangun tidur

Pengobatan vaginosis bacterialis

Karena infeksi ini disebabkan oleh bakteri maka salah satu cara pengobatanya adalah dengan memberikan antibiotic pada penderita vaginosis. Namun selain antibiotic penderita juga harus menghindari resiko lainya jika ada, serta pasangan si penderita juga tidak luput untuk diberikan vaksin antibiotik agar menghindari tertular.

Pencegahan Yang Dapat Dilakukan

1. Tidak melakukan hubungan secara sembarangan dengan orang lain yang belum tahu kondisi kesehatanya, mengingat kondisi kesehatan setiap orang berbeda.
2. Selalu rutin mengganti celana dalam dan selalu menggunakan celana dalam yang menyerap keringat
3. Hindari penggunaan pembalut terlalu lama saat HAID
4. Selalu menjaga kebersihan alat vital baik luar maupun dalam
5. Ingat!!!! Tidak berganta-ganti pasangan
6. Jika menggunakan AKDR dan mengalami vaginosis konsultasikan dengan dokter andalan anda
7. Kurangi sabun vagina terlalu sering karena dapat membuat vagina menjadi kering 
8. Hindari deterjen yang mengandung kimia terlalu berat untuk menghindari iritasi

Baca Juga : Bau Kentut Ternyata Dapat Mencegah Kanker!!! Benarkah?
Baca Juga : Cara Screenshot di pc atau laptop Mudah!!!
Baca Juga : Ketahui!!!!Tanda Handphone Kita Sedang Di Sadap Orang









Post a Comment

Previous Post Next Post